Perkembangan Bayi 7 Bulan

 

Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa duduk dan ia akan lebih banyak menghabiskan hari-harinya dalam posisi ini. Bahkan kebanyakan bayi berusia 7 bulan sudah bisa duduk dengan tanpa ditopang sama sekali. Anda bisa melihat contohnya pada video di bawah ini…

Namun demikian, Anda tetap harus mengawasinya dengan baik ketika ia duduk, sebab terkadang ia akan kehilangan keseimbangan dan terjerembab ke lantai. Ada baiknya jika ia didudukkan di tempat yang agak empuk tapi solid, atau Anda juga bisa meletakkan bantal-bantal di belakangnya untuk berjaga-jaga.

Jika ia melihat benda-benda menarik yang berada dalam jangkauannya, ia akan mencoba untuk meraihnya. Bahkan jika ia sedang dalam posisi duduk, maka ia akan mulai menyondongkan tubuhnya ke depan. Tahap selanjutnya, ia akan berlutut sambil bertopang dengan kedua tangannya. Perkembangan ini merupakan kemajuan yang sangat baik dan akan menjadi “modal” bagi si bayi untuk merangkak.

Ingin tahu seperti apa posisi yang kami maksud? Coba Anda lihat video di bawah:

Bayi Belum Bisa Merangkak? Tidak Perlu Khawatir…

Perlu Anda ketahui, para ahli menganggap bahwa “merangkak” itu sendiri BUKAN merupakan suatu pencapaian yang harus dilalui oleh setiap bayi. Makanya, jangan heran kalau ada bayi yang bisa berjalan TANPA sebelumnya bisa merangkak terlebih dahulu. Bayi seperti ini melewatkan fase merangkak. Bahkan sebagian bayi ada juga yang baru bisa merangkak menjelang usia 1 tahun.

Yang merupakan sebuah pencapaian adalah melihat benda-benda yang berada di luar jangkauan si bayi dan berusaha untuk mendapatkannya. Apabila bayi Anda sudah menunjukkan “gejala” ini, berarti ia sedang memperbaiki perkembangan kognitif dan motoriknya.

Dalam usahanya mengambil benda yang berada di luar jangkauan, si bayi mungkin akan merayap di atas perutnya, ada juga yang sambil dalam posisi duduk beringsut-ingsut di atas pantatnya menghampiri benda tadi, ada pula yang merangkak, bahkan sebagian kecil bayi ada yang mencoba berdiri tegak dan berjalan untuk berusaha mengambil benda tersebut. Semua ini bisa terjadi pada usia 7 bulan…

Amankan Rumah Anda

Karena pada tahap ini bayi Anda normalnya sudah memiliki mobilitas yang tinggi dan sudah mulai “merambah” ke seputar rumah, maka pastikan Anda membuat rumah Anda aman untuknya. Diantara hal yang bisa Anda lakukan:

- Tutuplah stop kontak yang mungkin terjangkau oleh bayi Anda

- Tutupi ujung-ujung tajam yang terdapat pada meubel di rumah Anda yang dapat terjangkau olehnya

- Perhatikan kalau ada bagian meubel yang rusak yang bisa membahayakannya

- Berikan semacam pagar pendek pada mulut tangga yang ada di rumah Anda

Baca juga: Keamanan rumah untuk bayi

Gelisah Menghadapi Orang Asing

Pada rentang usia 6-12 bulan, bayi biasanya akan menimbulkan reaksi negatif jika bertemu dengan orang asing. Kondisi ini bisa dikenal dengan istilah Stranger Anxiety. Biasanya dia akan rewel, berulah, atau bahkan menangis jika bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. Ini merupakan proses yang normal, karena pada usia ini bayi sudah mulai mengenal dengan baik siapa-siapa orang yang dekat dengannya dan siapa yang tidak.

Kalau bayi Anda tiba-tiba menangis ketika bertemu dengan orang yang asing baginya, maka Anda tidak perlu memarahinya. Bahkan ada sebagian orang tua yang “menyalahkan” bayinya dengan mengatakan kepada orang tersebut, “Waduh, maaf ya Bu… si Halsa memang suka bertingkah kalau ketemu orang baru!”. Ini merupakan pendekatan yang kurang tepat lho!

Yang seharusnya Anda lakukan adalah menghibur bayi Anda. Anda bisa mengatakan, “Halsa, ini kan Paman Ahmad… Paman Ahmad pengen sekali ketemu dengan Halsa…”. Jika ia masih belum mau dekat, maka jangan dipaksa. Nantinya, dengan melihat keakraban Anda dengan “si orang asing”, bayi Anda pun akan merasa aman dengan kehadirannya.

Susah Berpisah

Bayi pada tahap ini juga sudah mulai “lengket” dengan ibunya dan susah berpisah. Cara mengatasi hal ini adalah dengan menumbuhkan rasa aman dan percaya si bayi pada orang-orang dekat Anda. Jika ia sudah mulai dekat dengan Bibinya, misalnya, maka coba Anda tinggalkan mereka sebentar. Namun, pastikan Anda “berpamitan” dulu kepada si kecil. Jangan pernah menyelinap pergi tanpa memberitahu bayi Anda. Dengan demikian, Anda melatih bayi Anda untuk memiliki percaya diri.

Terakhir, ingatlah… setiap bayi memiliki perkembangan yang UNIK - termasuk bayi Anda! Jika bayi Anda ternyata perkembangannya pada usia ini tidak sama persis dengan apa yang kami jelaskan di atas, maka jangan terburu-buru panik… Kecuali jika memang Anda merasa bahwa perkembangannya amat sangat lambat dan mulai mengkhawatirkan, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter Anak Anda…

READ MORE - Perkembangan Bayi 7 Bulan

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak. Keterampilan apa yang paling membantu anak kita sukses secara akademis maupun dalam kehidupan? Secara umum EQ (Emotional Intelligence Quotient) berperan lebih penting daripada IQ (Intelligence Quotient). Anak-anak yang tumbuh dengan EQ tinggi berani untuk mengambil karir yang menantang dan membangun hubungan yang memuaskan.

Semakin banyak kalangan pendidik mengakui bahwa siswa yang menerima pendidikan akademis semata, tetapi kurang pendidikan Kecerdasan Emosional, maka kemungkinan kurang mampu menghadapi tantangan masa depan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Kecerdasan emosi merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

Apa itu Emosi?
Emosi adalah rangsangan untuk bertindak. Tingkat Emosi yang tinggi seperti cinta, rasa takut atau marah mudah untuk diidentifikasi. Ada beberapa emosi yang kompleks dan karena itu sulit untuk mengenalinya. Beberapa dapat berlangsung selama beberapa menit saja, tapi ada yang sampai berminggu-minggu lamanya.

Emosi adalah naluri bertahan hidup yang penting. Semua hewan memiliki pengalaman emosional yang serupa dengan manusia, perbedaannya hanyalah manusia memiliki kapasitas yang lebih dalam memikirkan dan mengendalikan emosi.

Apa itu Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)?
Emotional Intelligence (EI) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan mengelola perasaannya sendiri dan orang lain, dan menggunakan informasi tersebut sebagai pedoman untuk mempersiapkan kepada yang lebih baik, membuat keputusan yang lebih baik, berpikir lebih kreatif, memotivasi diri sendiri dan orang lain, dan menikmati kesehatan yang lebih baik, hubungan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih bahagia.

Emotional Intelligence (EI) sering diukur sebagai Emotional Intelligence Quotient (EQ).
Social and emotional learning (SEL) adalah proses belajar untuk mencapai EQ yang lebih tinggi. Studi menunjukkan bahwa EQ adalah alat prediksi terbaik dari prestasi masa depan anak; lebih baik daripada faktor apa pun. Sebagian orang mengatakan bahwa EQ adalah alat prediksi yang lebih baik atas kesuksesan daripada IQ atau kombinasi keterampilan tekhnis.

Mengapa harus Mengembangkan Emotional Intelligence?
Walaupun prestasi akademik sangat penting, ada banyak hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup kita. Kestabilan emosional tidak hanya berkontribusi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesehatan fisik yang lebih baik, keluarga bahagia dan pengalaman kerja yang memuaskan dalam hidup kita.

Anak-anak yang memiliki Kecerdasan Emosional (EQ) yang tinggi biasanya lebih menonjol dari yang lain. Mereka lebih baik dalam mengendalikan dorongan hati, komunikasi, dalam membuat keputusan bijaksana, dalam memecahkan masalah, dan bagaimana bekerja dengan orang lain, yang mengakibatkannya lebih sehat, lebih bahagia dan lebih sukses kehidupannya.

Bagaimana Orangtua dapat Bantuan Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak-Anak
Dibandingkan dengan IQ, EQ seorang anak bisa dipupuk oleh berbagai metode terbukti secara ilmiah.

Bagaimana kita mendidik kita? Hal ini tergantung pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita ajarkan kepada mereka dalam kehidupan. Hal ini bergantung pada jenis pengalaman kita sebagai orangtua, tergantung bagaimana kualitas lingkungan anak-anak kita. Di samping itu, terkait juga dari berapa banyak waktu dan kualitas yang kita berikan kepada mereka setiap hari.

Kebutuhan Emosional apa yang Diperlukan anak?
Saya pikir mengenal dan memahami anak kita adalah langkah pertama.
Seorang bayi yang baru lahir ingin selalu dekat ibunya, karena dia ingin merasa aman. Anak 3 tahun mulai menggambar lingkaran yang mungil - menjadi bersemangat untuk menunjukkan kepada Anda dan ingin mendengar pujian; anak ingin diterima. Anak 5 tahun, membantu ibu untuk mengatur meja makan – berusaha untuk menunjukkan nilainya, ingin menjadi berguna, dihargai, dan dicintai. Seiring dengan pertumbuhannya anak mulai meningkat pada hal yang lebih tinggi lagi dalam mengisi kebutuhan emosional mereka seperti kebutuhan untuk merasa bebas, ingin merdeka, ingin mengambil tantangan, memiliki kreativitas, keberhasilan dll.

Menyadari bahwa semua kebutuhan itu penting bagi emosional mereka adalah merupakan awal yang baik. Untuk kebutuhan emosioal anak yang berbeda dari ke hari itu, orang tua harus selalu ada untuk mereka dengan cara-cara yang berbeda pula.

Seperti apa Keadaan emosional anak yang baik?
* Mengutarakan perasaan mereka dengan jelas dan langsung
* lebih bisa mengendalikan dorongan-dorongan dan keinginan mereka.
* Tidak didominasi oleh emosi negatif seperti rasa takut, kekhwatiran, rasa bersalah, rasa malu, Kekecewaan, rasa putus asa, merasa tidak berdaya, Ketergantungan, pembohongan, Putus Asa.
* Bisa menyeimbangkan perasaan dengan alasan, logika, dan kenyataan.
* Percaya diri
* Independen (mandiri)
* Bisa Memotovasi diri
* Optimistis
* Mengerti perasaan orang lain
* Pembelajar yang baik
* Lebih bertanggung jawab
* Mampu bertahan melawan tekanan
* Mampu menyelesaikan konflik dengan baik
* Memahami rasa putus asa dengan baik
* Tidak terlibat dalam perilaku yang merusak diri seperti narkoba, alkohol
* Memiliki lebih banyak teman
* Di sekolah, mereka lebih baik secara akademis dan mampu menciptakan suasana aman, nyaman, yang membuatnya lebih mudah untuk belajar.

Beberapa tips untuk orang tua.
* Emosional dan sosial anak dapat di tularkan; kita sebagai orangtua dapat membantu mewujudkan emosional dan sosial anak kita yang lebih baik.
* Semakin awal memulai pendidikan emosional lebih baik. Bersiaplah menemukan kebutuhan sosial dan emosional yang berbeda-beda dari ketika dia bayi, balita, menjadi remaja.
* Bantuan anak-anak mempelajari kata-kata untuk mengambarkan perasaan mereka.
* Cari mainan atau produk yang membantu anak-anak untuk membangun kompetensi emosional anak.
* Membicarakan tentang emosi secara terbuka, dan mencari peluang untuk mengajakan untuk mengajarkannya pada anak-anak.
* Ajarkan anak bagaimana mengelola emosi negatif, seperti marah, depresi dll.
* Pujilah anak-anak daslam upaya mereka dalam meningkatkan EQ.
* Ajarkan kompetensi emosional dengan cerita, dan membicarakan film atau website.
* Jadilah teladan. Anak-anak meniru kebiasaan orangtuanya. Source:nanlimo.blogspot.com

READ MORE - Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak

15 Cara Cerdas Ajari Anak Menghargai Uang

15 Cara Cerdas Ajari Anak Menghargai Uang

MESKIPUN anak Anda tidak dilahirkan dengan kondisi keuangan yang stabil, jangan khawatir. Ada banyak cara membantunya anak mengelola keuangan secara cerdas dan memperlakukan uang secara sehat sejak kecil. Strategi ini membantu Anda dan juga anak Anda untuk saling mengoreksi. Anda akan terpacu untuk semakin baik mengelola keuangan, sementara anak Anda belajar mempersiapkan diri untuk masa depan keuangannya. Simak yuk 23 cara cerdas Media Perempuan yang akan dibagikan untuk Anda.
1. Bantu anak-anak membuat daftar yang bisa menghasilkan uang dan daftar belanja yang notabene bisa menghabiskan uang.
2. Ajarkan anak untuk membuat prioritas kebutuhan.
3. Mintalah anak Anda untuk memikirkan sesuatu yang baru-baru ini membeli bahwa dia benar-benar ingin. Apa yang dirasakannya sebelum mendapatkan barang yang diinginkannya, tahanlah dan tanyakan lagi apa yang dirasakan abak Anda dua minggu kemudian?
4. Mintalah anak-anak mengemukakan kebutuhannya akan uang dan apa yang membuat mereka bosan dalam mengelolanya. Menabung cara konvensional atau membelanjakan uang?
5. Diskusikan dana darurat uang dan alasannya. Anak-anak tidak peduli sedarurat apakah keadaan yang akan dihadapi, namun dengan bantuan orangtua yang cerdas, ia akan mendapatkan gambaran yang tepat untuk anak seusianya. Mungkin keadaan darurat yang dimaksud adalah, ketika ia harus naik taksi saat sopir keluarga Anda berhalangan hadir sementara uang sakunya tidak cukup.
6. Jangan ajari anak untuk membeli sesuatu dengan cara berhutang, tetapi ajarilah anak untuk menabung untuk membeli sesuatu, atau membeli sesuatu sesuai dengan kondisi keuangan.
7. Berilah upah kecil saat anak Anda mau melakukan sesuatu, tidak perlu terlalu besar. Hal yang paling penting bukan uangnya, namun semangatnya. Artinya, jika seseorang ingin mendapatkan uang maka ia harus bekerja dan melakukan sesuatu yang produktif. Tidak boleh sekadar minta.
8. Boleh sesekali Anda bercerita saat Anda mendapatkan uang. Misalnya karena prestasi Anda memenangkan tender, lomba atau hasil kerja keras Anda selama kurun waktu tertentu.
9. Seringlah ajak berbicara mengenai efek lanjutan membeli sesuatu. Misalnya, membeli mesin cuci atau air conditioner, akan menambah biaya listrik.
10. Diskusikan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan.
11. Ajarkan pada anak Anda banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
12. Ajarkan pentingnya membayar hutang dengan cara cepat daripada harus menundanya.
13. Berilah penghargaan atas tabungan yang ia peroleh, misalnya, ia akan mendapatkan tambahan Rp 1.000 dari Anda per Rp 10.000 yang sanggup ia tabungkan.
14. Beritahukan pada anak Anda apa yang menjadi keinginan Anda dan suami dalam jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya keinginan membeli mobil baru atau harus pindah rumah dan berilah gambaran berapa biaya yang dibutuhkan. Hal ini akan membuat anak paham bahwa ia tidak bisa membeli baju sesering yang ia inginkan.
15. Diskusikan menjadi kaya dalam kasih sayang, pengertian, empati, teman dan pengetahuan. Bagaimana kita bisa menggunakan uang untuk membantu menunjukkan hal-hal yang kita hargai. (*/OL-08)

READ MORE - 15 Cara Cerdas Ajari Anak Menghargai Uang

Anak Cerdas Berkat Tidur 11 Jam

Anak Cerdas Berkat Tidur 11 Jam

Ingin anak Anda berprestasi di sekolah? Biasakanlah mereka untuk selalu tidur tepat waktu setiap malam.

Hasil riset terbaru para ahli di Amerika Serikat menunjukkan, pola tidur yang teratur membuat anak-anak lebih cerdas. Dibandingkan anak yang tidurnya tidak teratur, mereka yang istirahatnya selalu terjadwal memiliki kemampuan bahasa, membaca dan matematika yang lebih baik di sekolah.

Ini adalah hasil penelitian independen para ahli di SRI International yang melibatkan 8.000 anak. Salah satu kesimpulan yang dipaparkan dalam pertemuan Associated Professional Sleep Societies itu juga menyebutkan, anak-anak rata-rata tidurnya kurang dari 11 jam setiap hari menunjukkan kemampuan yang kurang baik.

Dalam riset itu, peneliti menganalisis informasi tentang tidur anak-anak melalui wawancara dengan orang tua. Informasi ini dikumpulkan saat anak-anak berusia 9 bulan dan diulang saat mereka menginjak usia empat tahun.

Pimpinan riset Dr Erika Gaylor menyatakan, data riset juga mengungkapkan banyak anak di AS yang tidak memenuhi kebutuhan tidurnya. Alhasil, anak-anak ini mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan sulit mencapai prestasi di sekolah.

Ia merekomendasikan para orang tua untuk mengatur jadwal tidur yang tepat sehingga anak-anak dapat mencapai kualitas tidur yang sehat. Orang tua juga harus meluangkan waktu berinteraksi dengan anak di tempat tidur secara rutin seperti membacakan buku atau mendongeng.

lihatberita.com

READ MORE - Anak Cerdas Berkat Tidur 11 Jam

Selamat Ulang Tahun ke 54 H Sukarmis Bupati Kuansing

HUT ke 54 H Sukarmis Bupati Kuansing

 

Motto Bapak H Sukarmis yang saya dapat dari Facebook

Pribadinya

“Hidup adalah berjuang. tidak merasa susah ketika dalam kesusahan dan tidak cepat merasa senang ketika dalam keadaan senang, slalu bersyukur dg apa yang ada, ingin maksimal berbuat untuk masyarakat dan negeri tercinta” H.Sukarmis.

 

Saya Mengucapkan

Selamat Ulang Tahun

ke

54

Kepada

 H Sukarmis

Bupati Kuantan Singingi

 

Semoga Selalu Dilimpahkan Rahmat, Hidayah serta Keberkahan dalam menjalankan Roda Pemerintahan di Kabupaten Kuantan Singingi.Amin. Source: ronaldorozalino.blogspot.com

READ MORE - Selamat Ulang Tahun ke 54 H Sukarmis Bupati Kuansing

Download Jadwal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Download Jadwal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Klik Disini atau Gambar Dibawah ini Untuk Mendownload

download-icon1

Semoga Bermanfaat bagi sahabat semuanya!!!

 

Source: ronaldorozalino.blogspot.com

READ MORE - Download Jadwal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Cara mendidik anak

Cara mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak?, kebanyakan dari orang tua terkesan arogan atau pun cuek dalam mendidik anak. Alhasil sang anak pun menjadi merasa tertekan dan kurang rasa kasih sayang. Memang sih merawat anak itu sulit terlebih lagi anaknya nakal hahaahaha...persis seperti anak saya (axel). Tapi sudah kewajiban kita sebagai orang tua untuk merawat dan mendidiknya bukan. Langkah pertama dalam mendidik anak adalah kenali bagaimana watak dari sang anak itu terlebih dahulu.

Lalu ajarkan dia dengan penuh kasih sayang. Ingat amarah yang disertai dengan pukulan akan merusak mental sang anak. Kebanyakan dari kita tidak senang apabila anak akan melakukan sesuatu yang terkesan kurang baik, seperti bermain tanah, bermain di jalan, respon dari orang tua adalah langsung memarahi sang anak dan memukulnya.
Bukan itu yang terbaik, saya rasa dengan memberikan nasehat yang lembut disertai dengan interaksi membuat sang anak lebih menerima arahan dari kita.
Ajarkan anak dengan perlahan dan jangan bersifat memaksa. Contohnya apabila dia sedang bermain, sampiri dia dan tanya dia sedang apa?. Ketika dia menjawab, kamu langsung menanyakan "apa mama/papa boleh ikut main?". Sang anak akan merasa sangat senang. Nah ketika momen inilah kamu berikan dia pelarajaran yang menurut kamu baik.
Sang anak nakal! saya harus bagaimana?.
Ini pertanyaan yang sering terlintas di benak kita. Sebenarnya coba kamu pikirkan kenapa anak kamu nakal?. Ada beberapa hal yang menyebabkan dia nakal...
1. Karena pintar.
2. Faktor keturunan.
3. Karena kurangnya perhatian.
Jadi saya rasa jangan salahkan sang anak hehehehe, cukup atasi dengan bijak. Tapi apabila sang anak sudah kelewatan, tegur dia dengan sedikit pukulan di tangannya. Dan kemudian beri sedikit nasehat (tapi jangan sambil marah-marah).
Saya harap tips sederhana diatas cukup membantu...

Read more: http://www.anekatips.info/2009/07/cara-mendidik-anak.html#ixzz0qkBbtGTH

READ MORE - Cara mendidik anak

Perkembangan Bayi 6 Bulan

Berceloteh. Pada saat ini, rata-rata anak telah mulai berceloteh sepanjang waktu. Walau orang tua mungkin tidak mengetahui banyak apa yang dikatakannya, bayi berumur 6 bulan bisa mengerti beberapa kata, dan mungkin membuat dua suara yang bisa dikenali - mama dan dada -walau keduanya belum mempunyai arti pada anak tersebut.

Sembelit. Pengenalan makanan padat (lihat di bawah) mungkin dapat menyebabkan anak mengalami sembelit pertamanya. Darah terang di tinja dapat menyertai hal ini, yang menandakan luka di sekitar anus yang sedikit berdarah. Langkah pertama dalam merawat ini adalah melunakkan tinja dengan memberi bayi jus prem, prem, atau sedikit gula asli. Berikutnya, anus, harus dilapisi jeli petroleum dua atau tiga kali sehari. Bila tidak sembuh, bayi harus dibawa ke dokter.

Kontrol. Beberapa bayi mungkin telah menemukan permainan yang menyenangkan dengan menjatuhkan barang, biasanya sebelum mereka menemukan keasyikan waktu mengambil barang-barang itu. Kegiatan ini biasanya mendatangkan respon dari orangtua, dan memberikan pengalaman awal dari suatu tindakan sebab-akibat untuk bayi, yang menikmati kontrol baru atas lingkungannya ini. Aktivitas tersebut juga mewakili kemajuan dalam perkembangan otot-otot halus pada tangan, yang disini sama dengan perkembangan otot-otot besar untuk daya gerak.

Mata. Pada usia ini, warna mata seorang anak bisa diramalkan. Mata biru akan tetap biru. Mata yang diperkirakan coklat akan berubah menjadi warna seperti warna lumpur.

Makanan. Pada bulan keenam, hampir semua bayi siap untuk makanan padat. Tanda kesiapan adalah kemampuan bayi untuk menolehkan kepalanya atau mendorong tangan anda menjauh ketika ia tidak mau makan lagi. Beberapa alasan untuk menunggu sampai saat ini untuk memberi makanan padat telah disebutkan sebelumnya. Pada umur 6 bulan, sistem pencernaan sudah cukup matang untuk menangani kebanyakan makanan. Kendati begitu, susu ibu atau susu formula akan tetap menjadi makanan pokok diet bayi sampai berbulan-bulan kemudian.

Adalah ide yang baik untuk memperkenalkan makanan secara bertahap, tiap kali seminggu, dimulai dari bijiran sereal seperti nasi kering (bayi 6 bulan tidak siap untuk makanan dari gandum). Larutkan 1 bagian sereal ke dalam 6 bagian air. Jangan gunakan susu sapi karena ini menambah kalori dan bisa memicu reaksi alergi. Berkembanglah secara bertahap dalam pola ini menuju sayuran dan buah yang disaring. Dengan memperkenalkan makanan paling tidak seminggu sekali, anda mempunyai waktu untuk mengamati apakah ada reaksi alergi.

Makanan-makanan bayi terbatas bisa disiapkan di rumah, tetapi tentu saja kita harus memperhatikan secara cermat untuk memastikan bayi mendapat zat besi yang cukup. Bila ada pertanyaan lain tentang kandungan besi dalam menu bayi, gunakan sereal kering untuk makanan bayi.

Seorang bayi pada awalnya mungkin menolak keras makanan padat karena rasa dan teksturnya tidak sama. Karena bayi-bayi amat suka memainkan segala hal pada usia ini, akan membantu untuk memberi mereka sendok dan cangkir untuk dimainkan sementara disuapi. Pada kasus apapun, anak-anak mungkin lebih tertarik bermain dengan makanan mereka daripada memakannya. Pemberian makan harus menjadi sesuatu yang menyenangkan, bukannya suatu peperangan; bila anak protes keras terhadap makanan, berhenti mencoba dan tunggu beberapa hari lagi.

Pada mulanya, susu bayi atau susu formula akan terus menjadi makanan utama menu bayi. Untuk mempertahankan persediaan susunya, ibu yang menyusui harus membiarkan bayi mengosongkan susu pada satu payudara, lalu menawarkan bayi sedikit makanan padat. Ia bisa meneruskan dengan payudara satunya bila anak masih lapar.

Alergi makanan. Reaksi alergi pada makanan bisa tampak seperti kesulitan pencernaan, tetapi ini mungkin juga meliputi pilek, ronki kering (wheezing), rewel, dan reaksi pada kulit yang beragam. Dengan diet eliminasi, orang tua bisa menarik makanan-makanan yang dicurigai menjadi penyebab alergi, menunggu gejala-gejalanya menghilang, dan lalu kembali menawarkan makanan tersebut. Bila gejala-gejala yang sama tiba-tiba muncul kembali, diagnosa alergi hampir dapat dipastikan. (Bagaimanapun, ternyata anak seringkali dapat menerima makanan penyebab alergi setelah beberapa bulan kemudian).

Jus jeruk terutama yang sering menyebabkan masalah; bayi-bayi memuntahkan jus ini dan terus melakukannya setiap kali ditawarkan. Sehari dua hari kemudian frekuensi buang air besar mungkin menjadi sering dan konsistensinya lembek, bayi mungkin menjadi rewel dan kembung. Beberapa orangtua menunda perkenalan dengan jus jeruk ini sampai bayi mampu minum dari cangkir, sekitar bulan kesembilan atau kesepuluh.

Banyak bayi yang lebih kecil dari 6 bulan alergi pada telur. Putih telur serta daging harus ditunda sampai belakangan hari karena protein makanan-makanan ini paling sulit dicerna.

Perkembangan fisik. Pada usia ini, perkembangan anak akan menjadi jelas. Anak yang sangat aktif mungkin sudah mulai merangkak, menarik perut dan kakinya di sepanjang lantai dengan menggunakan tangan. Bayi aktif bisa duduk beberapa menit pada suatu saat, dan akan menyukai untuk menapakkan kaki setahap demi setahap ketika dipegang tegak lurus. Anak rata-rata bisa berguling sendiri, dan akan mampu duduk tegak lurus tanpa memiringkan kepalanya ke satu sisi. Anak rata-rata akan mampu bergerak ke belakang dan ke depan, membuat kebanyakan bayi terlalu aktif waktu diberi makan atau dipasangi popok pada tahap ini. Jangan mengharapkan bayi berumur 6 bulan untuk tetap diam.

Keamanan. Bayi-bayi yang siap untuk makanan keras, juga siap untuk menelan obyek-obyek yang mereka sedang mainkan. Mereka bisa tersedak biskuit atau kue kering bila memakan makanan ini saat berbaring telentang; bayi tidak boleh disuapi apapun ketika sedang berbaring, ataupun ditinggalkan sendiri ketika makan. Untuk menarik obyek yang tertelan, pukul bayi di punggungnya, sambil memegangnya tengkurap di lutut anda. Anda bisa mencoba menariknya dengan jari, tetapi ini beresiko mendorong obyek itu lebih dalam. Sebagai upaya terakhir, coba manuver Heimlich.

Gigi. Selama masa ini gigi susu atau permanen seorang bayi yang tidak terlihat sedang menjalani pembentukan email. Bayi-bayi pada umur ini harus diberi sedikit air berfluoride atau tetesan fluoride bersama menu sehari-hari mereka. Fluoride diserap ke dalam lapisan terluar email dan membuat gigi bayi lebih tahan terhadap lubang.

Vaksinasi. Pada bulan keenam bayi harus mengunjungi dokter lagi dan menerima putaran ketiga vaksinasi rutin.

Penyapihan. Kapan bayi menyusui harus disapih? Jawabannya sangat individual dan, bagi beberapa orang, amat kontroversial. Tentunya susu ibu adalah bentuk gizi paling menguntungkan untuk seorang bayi, dan di beberapa masyarakat bayi-bayi disusui sampai umur 2 atau 3 tahun.

Namun, ada alasan bagus untuk menyapih pada suatu waktu di paruh kedua tahun pertama. Bayi-bayi beradaptasi lebih mudah pada penggunaan cangkir sebelum ulang tahun pertama mereka daripada sesudahnya. Akademi Dokter Anak Amerika menyarankan bahwa bayi yang disapih dari payudara harus terus diberi susu formula sampai berusia setahun. Satu cara untuk mulai menyapih adalah dengan menambahkan susu formula pelengkap. Digunakan untuk menggantikan satu waktu makan, satu botol sehari akan mulai melambatkan aliran susu. Namun, banyak ibu lebih suka mengalihkan bayi mereka langsung kepada cangkir, yang seharusnya dilakukan pada usia sekitar bulan kesembilan.

(sumber : satumed.com)

READ MORE - Perkembangan Bayi 6 Bulan