Mendidik anak secara Islami


Papa & Violino Ridho Pratama

Membangun keluarga dan mendidik anak secara islami, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

Menyediakan fasilitas dan membangun keluarga yang
o Ta’aruf : mengenal karakter masing2 anggota keluarga
o Tafahum: saling memahami
o Ta’awun : saling menolong
Menjaga keluarga dari api neraka
Keluarga yang sholeh dan sholehah. Bagaimana membuat program dari awal pernikahan, merencanakan mempunyai anak, mengandung dan melahirkan anak serta membangun keluarga.

Dalam alQuran dijelaskan di Surat Lukman ayat 13-19, mengenai konsep Alquran mengenai mendidik anak secara islami, 7 Ayat Surat Lukman ini tidak mudah untuk menjalankan.

Ayat ini menjelaskan:
- Membangun keiimanan. Yang paling utama adalah Akidah. Pelajaran jangan menyekutukan Allah. Diawali dengan meng Azankan anak pada saat anak lahir. Lafal Allah didengarkan di telinga anak, dan untuk rasa, diawali dengan memberikan sedikit Kurma dan Madu.

- Mensyukuri nikmat Allah. Walaupun diberi sedikit selalu melafalkan “Alhamdulillah”

- Berbuat baik pada orang tua. Introspeksi diri, apakah kita sudah berbakti pada orang tua.

- Menyusui anak hingga 2 tahun
- Mengajari kejujuran

- Mengajari anak sholat, karena sholat adalah tiang agama.
Bagaimana agar anak terbiasa menjalankan sholat:

o Doakan anak (surat Ibrahim 20-21)
o Membiasakan untuk sholat berjamaah, anak yang sudah besar menjadi imam.
o Wudhu dan sholat diajarkan sejak umur 7 tahun.
o Menyempurnakan sholat dengan rawatib. Bukan sekedar sholat saja, tapi diusahakan juga berdzikir bersama, membaca Alquran bersama keluarga.

- Melatih anak untuk sabar dalam menghadapi musibah. Tugas seorang ibu, membantu anak bisa sabar. Contoh kecil; jika anak kehilangan mainan, ajarkan anak untuk bersabar, dan jelaskan.
- Mengajari anak agar tidak sombong.
- Mengajarkan anak kesederhanaan dan melunakkan suara pada saat berbicara pada anak.

Bagaimana Rasulullah mendidik Anak?
1. Anak itu merupakan asset masa depan, maka mendidik anak harus secara benar. Terutama mendidik anak lelaki, karena mereka adalah calon pemimpin. Hadist Ibnu Abbas: “Ajarilah, Mudahkanlah, Gembirakanlah dan Janganlah ditakut-takuti”

2. Memberikan keteladanan atau contoh yang baik kepada anak.

3. Memilih waktu yang tepat dalam menasehati anak. Misalnya pada saat jalan2 atau pada saat makan malam bersama.

4. Memelihara anak dengan bermusyawarah, jangan memaksa, ajak diskusi.

5. Mendoakan anak

6. Memberikan mainan yang memancing kreatifitas anak.

7. Menolong anak agar berbakti pada orang tua.

8. Tidak banyak mencela/memaki anak. Jangan mengatakan sesuatu yang tidak baik pada anak.

9. Banyak berdoa untuk kebaikan anak.

10. Memperhatikan gizi anak, karena berpengaruh penting untuk perkembangan anak.

Dalam surat Al Kahfi ayat 10, terdapat do’a untuk menenangkan hati dan terlepas dari kesulitan.

Tanya Jawab
- Bagaimana melunakkan hati anak?
Berdoa diwaktu yang makbul misalnya; setelah habis sholat fardhu, menjelang buka puasa. Banyak beristighfar, sholawat dan doa orang tua.

Sebut nama anak dalam do’a2 kita.
Jika anak akan menempuh ujian, doakan” Berilah kemudahan, kelulusan dan sempurnakanlah dengan nilai2 yang bagus”
-Hadist Ibnu Abbas yang menjelaskan untuk tidak menakut-nakuti anak, pada kenyataannya, Bagaimana kalo anak sulit sekali diajak sholat seringkali orang tua menakuti dengan ancaman2?

Jika anak sudah baliqh, wajib untuk menjalankan sholat tidak apa2. Tapi akan menjadi baik, jika anak dilatih untuk membiasakan diri melakukan sholat. Dan ibu jangan pernah bosan untuk menasehati anak.

============
Catatan:
Surat 31; Luqman (12-19)
NASIHAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA.
***31:12*** 12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
***31:13*** 13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
***31:14*** 14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1181]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
[1181] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
***31:15*** 15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
***31:16*** 16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus [1182] lagi Maha Mengetahui.
[1182] Yang dimaksud dengan "Allah Maha Halus" ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.
***31:17*** 17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
***31:18*** 18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
***31:19*** 19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [1183] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
[1183] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.Mendidik anak secara Islami:Oleh Rini Maryanto. Sumber:seputarmuslimah

READ MORE - Mendidik anak secara Islami

5 Tips Membangun Karakter Anak

Mama Yeyen dengan Vilono Ridho Pratama2

Berikut ini ada 5 tips yang dapat membantu anak anda untuk membangun karakter yang baik dan kokoh:

1. Utamakan menjalani kewajiban sebagai orang tua
Hal ini memang sulit dilakukan di dunia yang semakin penuh dengan kompetisi dan kebutuhan hidup. Orang tua yang baik akan berusaha secara sadar untuk merencanakan dan meluangkan waktunya menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya.
Orang tua seperti ini akan membuat proses perkembangan karakter anak-anaknya menjadi proritas utama dalam kehidupannya.

2. Kajilah bagaimana anda menghabiskan waktu-waktu anda dalam satu minggu
Pikirkan jumlah waktu yang anda habiskan bersama anak-anak anda. Buatlah rencana bagaimana anda dapat melibatkan anak anda ke dalam kehidupan sosial anda dan bagaimana anda dapat melibatkan diri ke dalam kehidupan mereka juga.

3. Jadilah contoh yang baik
Hadapilah ini, manusia terutama belajar dengan meniru. Faktanya adalah, anda tidak dapat menghindar untuk menjadi contoh bagi anak-anak anda, apakah itu baik ataupun buruk. Kalau begitu, menjadi contoh yang baik mungkin adalah hal terpenting yang harus anda lakukan.

4. Turut dengar dan lihat apa yang sedang diserap oleh anak anda
Anak-anak adalah seperti spons. banyak dari hal-hal yang mereka pelajari akan berhubungan dengan nilai-nilai moral dan pembentukan karakter.
Buku, lagu, TV, internet dan film secara terus menerus akan menymapaikan pesan kepada mereka, baik yang bermoral, mauun amoral. Sebagai orang tua, anda harus mengendalikan aliran informasi ide-ide dan gambar-gambar yang memperngaruhi anak anda.

5. Suarakan bahasa dair karakter itu
Anak-anak tidak bisa mengembangkan penilaian moral mereka begitu saja, kecuali orang-orang di sekitarnya menggunakan bahasa atau kata-kata yang jelas dan tegas untuk memberitahunya mengenai apa yang benar dan yang salah. Sumber:haekng

READ MORE - 5 Tips Membangun Karakter Anak

Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda

Seperti halnya kesuk sesan, setiap orang pun bisa mengalami kegagalan! Tak
terkecuali orang-orang jenius yang kecerdasannya mendekati sempurna.
Karena, memang tak ada jaminan bahwa orang pintar akan selalu sukses.
Makanya, jangan heran, jika Anda menemui rekan sekolah Anda yang dulu
dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya merutuki nasib karena masa
depannya yang suram! Apa penyebabnya? Di luar nasib dan faktor 'lucky',
banyak hal yang bisa memicu kegagalan orang-orang pintar. Namun berdasarkan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di Amerika, ada enam hal penting penyebab kegagalan bagi mereka. Coba simak:

* KURANG KETERAMPILAN SOSIAL
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu memiliki
intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan
orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang memiliki
intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh dengan banyak berlatih.

* TIDAK COCOK
Sebuah kesuksesan memerlukan kecocokan antara kemampuan, bakat, kepentingan, keinginan, kepribadian, dan nilai-nilai dalam pekerjaan Anda. Bila Anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaan Anda selama ini. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.

* TIDAK ADA KOMITMEN
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan gagal.
Suatu tujuan perlu dibarengi tekad, semangat, dan komitmen yang kuat untuk
mencapainya. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab
dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, Anda harus yakin
bahwa Anda bisa melakukannya.

* KURANG FOKUS
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak
melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali diri Anda pada apa yang
paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan Anda, tetapkan prioritas, dan
susun organisasi usaha Anda.

* KURANG MENYADARI RINTANGAN
Kadang, banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Umur,
diskriminasi jenis kelamin dan ras merupakan jenis rintangan yang sering
tidak disadari. So, Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang
benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan
masa depan Anda.

* KEMALANGAN
Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir, entah itu takdir baik atau buruk.
Dan siapa pula yang bisa menolak ketika kemalangan itu harus Anda alami?
Seandainya ini terjadi, yang harus Anda lakukan, jangan menyalahkan diri
sendiri! Ingat, meski tak bisa menolak kemalangan itu, namun selalu ada
jalan untuk memperbaikinya.
Pada akhirnya, kegagalan bukanlah 'jalan buntu' untuk mencapai sukses.
Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini Anda gagal, mungkin besok
Anda akan sukses. Jika Anda mampu berpikir jernih mengenai kegagalan dan
menyadari bahwa dalam hidup ini selalu ada pilihan, Anda akan bisa menyikapi
sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak ada orang yang
lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari sebuah kegagalan.Sumber:bontangkutai.blogspot.com

READ MORE - Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda

Perbedaan Antara Pintar, Cerdas, Kreatif dan Inovatif

Pintar

Belajarlah seiring dengan hembusan nafas, berhenti belajar ketika nafas berhenti. Belajar juga yang akan membedakan seseorang bisa menyikapi kondisi yang sama dengan cara yang berbeda, tentu saja mendapatkan keuntungan dari kondisi paling merugikan sekalipun. Mengisi hidup yang penuh tidak hanya membutuhkan kepintaran, tapi juga kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Apa bedanya?

Kepintaran adalah kemampuan Anda dalam menyerap informasi. Ketika Anda mampu membaca dan mengambil ilmu pengetahuan dari buku atau informasi yang Anda serap, Anda cukup pintar. Akan tetapi, kepintaran berhenti disitu saja. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang menghambatnya dalam pengambilan keputusan, karena pengetahuan yang banyak itu memberikan banyak informasi.

Kecerdasan adalah kemampuan mengelola kepintaran. Orang yang sukses kadang orang yang tidak terlalu pintar, akan tetapi bisa mengelola orang pintar. Kecerdasan membuat Anda tahu siapa orang pintar yang cocok mengerjakan jenis pekerjaan tertentu. Kecerdasan membuat Anda bisa mengambil keuntungan dari kombinasi kepintaran.

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat perbedaan. Orang yang kreatif adalah orang yang melihat hal yang sama tapi berpikir dengan cara yang berbeda. Kreativitas menghasilkan perbedaan dan orang yang kreatif bisa stand out of the crowd, tampil diantara kerumunan orang. Perbedaan membuat peluang baru terbuka.

Inovatif adalah kemampuan untuk menemukan nilai komersil dari kreativitas. Inovasi membuat kreativitas tidak cukup untuk meraih sukses. Kreatif hanya membuat perbedaan, inovasi membuat perbedaan tersebut memiliki nilai komersil.
Oleh karena itu, belajarlah seumur hidup, dan Anda bisa memiliki kepintaran, kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Semuanya bukanlah bakat, akan tetapi disiplin. Tentu saja bisa dipelajari.Sumber:hermawayne

READ MORE - Perbedaan Antara Pintar, Cerdas, Kreatif dan Inovatif

Bayi Ngeblog Berusaha Menjadi Pribadi Aktif Kreatif Inovatif

 

Violino Ridho Pratama Oke.JPG

Bayi Ngeblog Berusaha Menjadi Pribadi Aktif Kreatif Inovatif

 

Assalamu A’alaikum WR WB

Halo sobat Blogger dimanapun berada.

Saya Violino Ridho Pratama, Lahir Sabtu Jam 21.30 WIB. Tanggal 19 Desember 2009 di Pekanbaru. Saya akan berusaha menjadi sobat blogger YAng Aktif Kreatif Inovatif.  Blog ini tercipta untuk saya yang dibuat oleh Orang Tua saya, agar  bisa menjelajahi dunia Maya dan Online bila saya besar kelak. Semoga saya bisa menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orangtua, nusa bangsa dan agama. Amin. Salam Blogger dari Bayi Ngeblog

READ MORE - Bayi Ngeblog Berusaha Menjadi Pribadi Aktif Kreatif Inovatif