Hasil Ujian Nasional 2010 SMAN Pintar Kuansing Lulus 100 %

Alhamdulillah Puji Syukur Dipanjatkan dengan Kebaikannya dan keberkahannya, SMAN Pintar Kuansing dalam Ujian Nasional 2010 Lulus 100 % dari Siswa 60 Orang.

Selamat dan Sukses kepada Siswa Kelas XII IPA di SMAN Pintar Kuansing

Perjuangan Ananda Belum Berakhir karena masih panjang jalan Kesuksesan yang harus ditempuh. Kami Sebagai Guru tetap akan mengiringi Ananda semuanya dalam meraih impian cita-cita yang diraih.

Selamat jalan Ananda Kelas XII IPA SMAN Pintar, ingatlah pesan dan amanah yang telah disampaikan oleh Guru dan Pemda Kuansing  yang telah memberikan pendidikan yang berkualitas dan terbaik.

Terimakasih Kepada Bapak H. Sukarmis Bupati Kuansing, yang telah memberikan peluang pendidikan berkualitas di Kuansing,. Semoga Jasa dan kebaikan Bapak H. Sukarmis dibalas ALLAH SWT dengan selalu memberikan kesehatan, keberkahan, ketenangan dalam menjalankan progres Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Amin.

Source: smanpintar.blogspot.com

 

Humas SMAN Pintar

Ronaldo Rozalino S.Sn

READ MORE - Hasil Ujian Nasional 2010 SMAN Pintar Kuansing Lulus 100 %

11 Point Kekeliruan Orang Tua

Setiap orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, pendidikan, makan atau segala hal kebutuhan mereka akan selalu ingin dipenuhi oleh orang tua, tetapi adakalanya ada hal-hal yang tidak sengaja atau kita sadari bahwa hal itu malah akan membuat anak-anak tidak sampai apa yang ditujukan atau menyimpang dari tujuan utama, misal menjadikan dia tidak mandiri atau sukses ketika dia menginjak dewasa nantinya dan ada 11 point kesalahan orang tua  yang mungkin pernah kita lakukan.
Berikut ini 11 point kesalahan orang tua tersebut;
1. Ketika dia meniru/mengucapkan kata-kata yang kotor, kita tertawai dia! Hal ini akan membuat dia berfikir bahwa hal ini lucu dan membuat dia untuk melakukan hal itu berulang-ulang.
2. Memuaskan segala keinginannya dalam makan minum, pesta, kemewahan dan segala kebutuhannya. Cobalah untuk memperhatikan dan memilah-milah mana keinginan dia yang memang harus diperlukan dan mana yang tidak boleh kita penuhi. Jika tidak akan membuat anak jatuh dalanm frustasi yang membahayakan.
3. Manjakanlah anak-anak Anda. Dengan membiarkan mereka mendikte kita. Cara ini dapat menyebabkan dia akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dunia berhutang sebuah kehidupan pada dirinya.
4. Tidak pernah mendidik atau memberi pendidikan rohani. Membebaskanlah dia mengikuti segala kemauannya dan memutuskan untuk dirinya sendiri dapat menyebabkan dia lepas kendali.
5. Pungutlah apapun yang jatuh atau tergeletak di lantai, mungkin pensil, buku, baju, atau sepatu. Melakukan apa saja hal untuknya sehingga dia akan mampu untuk berpengalaman didalam melemparkan semua tanggung jawabnya kepada orang lain!
6. Ketika si anak mendapat masalah yang besar, memaafkan diri kita sendiri sambil berkata, “Saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk dia…!”. Jangan berputus asa didalam mendidik anak atau menyesal dikemudian hari.
7. Waspada agar anak tidak terjangkit kuman dengan membersihkan dan mensterilkan peralatan makan tetapi kita membiarkan si anak untuk menonton acara TV yang tidak sesuai baginya atau membaca bahan bacaan yang bukan untuk umurnya, atau bahkan mengakses web yang tidak diperuntukkan untuk dirinya.
8. Aturan atau tata tertib dibuat untuk dilanggar, jadi tidak pedulu jika si anak tidak tertib. Maka bersiapkan jika nanti menjadi kehidupan yang membingungkan, kacau dan semaunya sendiri.
9. Sering-seringlah marah tanpa alasan atau sebab yang jelas di depan anak dan tunjukkan bahwa jika kita marah itu sungguh menakutkan! Dengan cara ini mereka tidak akan terkejut jika nantinya mereka akan berpikiran dangkal dan suka membuat onar.
10. Berilah si anak kemudahan-kemudahan. Didiklah dia dengan trik-trik jalan pintas dan jangan membiarkan dia menghadapi tantangan yang berat.
11. Bela dia ketika melawan teman-temannya, gurunya, tetangganya, atau kakaknya. Meskipun dia memang berbuat salah kepada mereka.
Source: www.f-buzz.com

READ MORE - 11 Point Kekeliruan Orang Tua

Penelitian Baru Perlihatkan Bayi Dilahirkan Untuk Menari

Beberapa peneliti telah mendapati bahwa bayi bereaksi terhadap irama dan tempo musik dan itu telah kuat daripada perkataan.

Temuan itu, yang dilandasi atas studi pada bayi yang berusia antara lima bulan dan dua tahun, menunjukkan bayi mungkin dilahirkan dengan kecenderungan untuk bergerak secara berirama sebagai reaksi terhadap musik.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Marcel Zentner, dari University of York`s Department of Psychology, dan Tuomas Eerola, dari Finnish Center of Excellence di Interdisciplinary Music Research di University of Jyvaskyla.

Temuan itu disiarkan Senin di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, edisi awal "daring" (dalam jaringan).

Bayi mendengarkan bermacam perangsang audio termasuk musik klasik, detak berirama dan perkataan. Gerakan spontan mereka direkam oleh video dan teknologi penangkap gambar 3D dan dibandingkan pada seluruh perangsang yang berbeda.

Penari ballet profesional juga digunakan untuk menganalisis sejauh mana bayi menyesuaikan gerakan mereka dengan musik.

Zentner mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa irama lah dan bukan bentuk lain musik, seperti melodi, yang menghasilkan reaksi pada bayi."

"Kami juga mendapati bahwa makin baik anak dapat menyelaraskan gerakan mereka dengan musik, makin lebar mereka tersenyum. Namun masih harus dimengerti mengapa manusia telah mengembangkan kecenderungan khusus ini.

Satu kemungkinan ialah itu adalah sasaran seleksi alam bagi musik atau itu telah berkembang bagi beberapa fungsi lain yang baru saja terjadi hingga sejalan dengan prosesi musik," katanya. Source: id.news.yahoo.com

READ MORE - Penelitian Baru Perlihatkan Bayi Dilahirkan Untuk Menari

Selamat Ulang Tahun Ke 26 Tahun Mama Violino Ridho Pratama

Happy Birhtday

Selamat Ulang Tahun Ke 26 Tahun Mama Violino Ridho Pratama

Yeyen Febrina S.Sn

28 Februari 1984 – 28 Februari 2010

Ke 26 Tahun

Puisi Perenungan Seorang Suami (Papa Violino Ridho Pratama)

Selamat Ulang Tahun Istri Ku (Mama Violino Ridho Pratama)
Ingatlah… jatah mu hidup di dunia sudah berkurang satu tahun…
Coba flashback… berapa banyak dosa-dosa yang  sudah perbuat?
Berapa banyak amal baik yang mama persiapkan buat di akhirat?
Berapa banyak waktu yang mama buang percuma?
Semoga di jatah hidup mama yang makin berkurang ini mu bisa menjadi lebih baik…Amin

Papa berharap dengan seiiring kehidupan berjalan. Mama semakin Aktif Kreatif Inovatif dan Sholehah. Menjadi orang tua (Mama, Bunda, Ibu) yang menyejukan, menyenangkan, menghangatkan kami (Papa dan Violino Ridho Pratama). Mohon maaf bila selama ini papa masih belum bisa menjadi orang tua yang diharapkan mama. Kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri ini, semoga bisa sama-sama mengisi, menuju keluarga sakinah mawadah warahmah (tentram, damai, sejahterah dan dirahmati Allah SWT).

Dan Papa berusaha menjadi kepala keluarga (Pemimpin) yang sesuai dengan syariat agama yang ditentukan Allah SWT (Al Quran dan Al Hadist). Selamat Ulang Tahun Buat Istri Ku Yeyen Febrina S.Sn  Tercinta, Tersayang, Tercantik, Termanis…Ter…ter..ter deh mama Violino Ridho Pratama…!!!

Sumber:www.ronaldorozalino.com

READ MORE - Selamat Ulang Tahun Ke 26 Tahun Mama Violino Ridho Pratama

Apakah Perlu Bayi Dibedong?

Violino Ridho Pratama Oke.JPG

Tradisi bedong bayi, sepertinya sudah tidak asing ditelinga kita semua. Akan tetapi tradisi membedong bayi yang baru lahir, belakangan mulai banyak ditinggalkan. Membedong bayi dianggap bisa mengganggu saraf motorik bayi karena si mungil jadi tidak bebas bergerak. Masih perlukah bayi dibedong? Tradisi membedong bayi lebih banyak ditemui di masyarakat Asia. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.

Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja.

"Secara normal bayi yang baru lahir kakinya memang bengkok itu karena selama dikandungan posisinya selalu meringkuk,tapi nantinya kaki bayi akan lurus dengan sendirinya," ujar Dr Dewi K Utama, SpA saat dihubungi detikHealth, Minggu (24/1/2010).

Dr Dewi menuturkan, manfaat bayi dibedong sebenarnya agar bayi menjadi lebih kalem dan nyaman. Karena beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu transisi atau adaptasi antara keadaannya di dalam rahim dengan lingkungan.

Saat di dalam rahim ibunya bayi tidak leluasa bergerak, sedangkan saat sudah lahir bayi menjadi kaget karena bisa bergerak lebih leluasa. Reaksi kaget ini disebut dengan refleks morro.

"Jika bayi dibedong saat masih dalam masa neonatal atau hingga usia 40 hari, maka bayi akan merasa seperti saat terpeluk di dalam rahim ibunya dimana bayi merasa aman dan nyaman," ujar Dr Dewi.
Tapi dia mengingatkan sebaiknya orangtua tidak asal membedong bayinya, karena jika bedongannya terlalu kuat atau tebal bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.
Jika udara disekitar panas dan orangtua membedong bayi secara ketat akan membuat bayi menjadi kepanasan (overheat). Hal ini bisa mempengaruhi sistem saluran pernapasan dari bayi tersebut.

Membedong juga tidak perlu keseluruhan tubuh bayi. Bedonglah bayi mulai dari bahu bayi hingga kakinya, dan juga bedongan bayi sebaiknya agak sedikit longgar agar bayi masih bisa sedikit bergerak.

"Sebaiknya setiap 2 jam orangtua mengecek kondisi bayinya dan jangan membedong bayi terlalu lama. Kalau bayi terlihat berkeringat maka ini menjadi tanda bahwa bayi merasa kepanasan, karenanya lebih baik melepas terlebih dahulu bedongannya," ujar dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng, Jakarta.
Jika setelah mandi bayi diberikan pakaian dari bahan katun dan dibedong dengan kain yang tidak panas, maka ini bisa membuat bayi merasa nyaman sehingga bayi akan tidur dengan lebih nyenyak dan tenang.

Kalau bayi memang senang dibedong, maka tak ada salahnya untuk selalu membedong bayi. Tapi sebaiknya jika bayi sudah mulai aktif bergerak orangtua tak perlu membedong seluruh tubuhnya biarkan tangan bayi keluar agar bisa bergerak-gerak. Namun jika bayi tidak merasa nyaman untuk membedong, orangtua jangan memaksanya.

"Perlu atau tidaknya bayi dibedong, tergantung dari karateristik si bayi. Jika bayi merasa lebih nyaman dan senang dengan dibedong, ya tidak apa-apa diteruskan. Tapi kalau bayi tidak merasa nyaman, orangtua tidak perlu memaksa," tambahnya.

Membedong boleh-boleh saja semasa transisi bayi agar dia tetap merasa nyaman seperti dikandungan. Bayi yang dibedong juga memudahkan ibu untuk menyusui.
Tapi membedong bukanlah untuk meluruskan kaki bayi. Jika bayi tidak kaget-kaget lagi ketika tidur itu tanda si bayi sudah mulai beradaptasi dan penggunaan bedong sebaiknya jangan terlalu sering agar otot motoriknya bisa bergerak maksimal. Sumber: detik.com

READ MORE - Apakah Perlu Bayi Dibedong?

Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi

Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi

Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi

Kalau sebelumnya sudah posting mengenai Fakta Mengejutkan Pada Tubuh Manusia, nah untuk kali ini Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi. Tidak semua fakta mengenai bayi diketahui oleh masyarakat apalagi orangtuanya. Cari tahu fakta menarik apa saja seputar tingkah polah si bayi agar orangtua tidak terkaget-kaget. Apapun latar belakang etnisnya, semua bayi dilahirkan dengan kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.

Seperti dikutip dari Askamum, Selasa 26/1/2010) masih ada beberapa fakta lain yang jarang diketahui masyarakat, yaitu:

1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar mengenali suara ayahnya.
2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.
3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat sangat berbeda dalam beberapa hari.
4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari plasenta sebelum kelahiran.
5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.
6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum berkembang secara sempurna.
7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.
8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke mata si bayi.
9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.
10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain di seluruh dunia.
11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.
12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis hingga berusia 3-6 minggu.
13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.
14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total berat tubuhnya.
15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.
16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.
17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda lahir.
18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50 kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu menit.
19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru. Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.
20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan. Sumber: detik.com

READ MORE - Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi

Ternyata Mencukur Rambut Bayi itu Penting

Pada dasarnya fakta yang benar mencukur rambut bayi adalah untuk alasan kesehatan. Mencukur rambut bayi di sebagian masyarakat Indonesia sudah menjadi tradisi sehingga ada yang mencukurnya saat bayi berusia 7 hari, ada pula yang mencukurnya saat berusia 40 hari.
Sebagian orangtua percaya jika rambut anaknya dicukur maka nantinya akan tumbuh lebih tebal dan cepat. Tapi mitos ini tidak terbukti kebenarannya karena belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya.

"Alasan orangtua untuk mencukur rambut bayinya mungkin lebih tepat untuk alasan kesehatan karena belum tentu akan membantu rambut tumbuh menjadi lebih tebal atau cepat," ujar pakar rambut Karen Shelton seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (3/2/2010).

Rambut seseorang tumbuh dari folikel (tabung rambut) yang berada di bawah permukaan kulit kepala. Jadi apapun yang dilakukan orang dengan rambut bagian luarnya tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan dari folikel rambut itu sendiri.

Sebenarnya sudah menjadi hal yang umum bahwa bayi akan kehilangan rambutnya selama enam bulan pertama. Hal ini disebut dengan telogen effluvium. Pada intinya rambut memiliki dua fase yaitu fase pertumbuhan dan fase istirahat. Rambut akan masuk ke fase istirahat jika tubuh sedang demam atau adanya perubahan hormonal.

Rambut rontok biasanya dimulai saat memasuki tahap pertumbuhan yaitu saat usianya 3 bulan ke atas. Seorang bayi yang baru lahir, kadar hormonnya akan turun tepat setelah dilahirkan. Hal inilah yang menyebabkan rambut bayi terlihat tipis saat baru lahir.
"Jika orangtua memutuskan untuk mencukur rambut bayi, sebaiknya dilakukan saat bayi sedang tidur sehingga tidak banyak bergerak. Ini berguna agar tidak berisiko melukai kulit kepala bayi," ujar dokter kulit pediatrik, Michael Smith.

Mencukur rambut bayi sangat bagus untuk membersihkan kepala bayi dari kotoran atau lemak yang menempel di kepala saat bayi dilahirkan. Dengan begitu maka kepala bayi akan bersih dan menghindari kemungkinan munculnya penyakit akibat rambut yang tidak bersih.

Selain itu jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan rambut si bayi dengan rajin keramas sambil dipijat ringan agar bayi tidak stres. Jadi tak ada salahnya untuk mencukur rambut bayi baru untuk alasan kesehatan agar lemak-lemak yang menempel di rambut dan kulit kepala saat lahir bisa dibersihkan.Sumber: detikhealth.com

READ MORE - Ternyata Mencukur Rambut Bayi itu Penting

Apakah Perlu Bayi Dibedong?

Apakah Perlu Bayi Dibedong

Apakah Perlu Bayi Dibedong?

Tradisi bedong bayi, sepertinya sudah tidak asing ditelinga kita semua. Akan tetapi tradisi membedong bayi yang baru lahir, belakangan mulai banyak ditinggalkan. Membedong bayi dianggap bisa mengganggu saraf motorik bayi karena si mungil jadi tidak bebas bergerak. Masih perlukah bayi dibedong? Tradisi membedong bayi lebih banyak ditemui di masyarakat Asia. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.

Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja."Secara normal bayi yang baru lahir kakinya memang bengkok itu karena selama dikandungan posisinya selalu meringkuk,tapi nantinya kaki bayi akan lurus dengan sendirinya," ujar Dr Dewi K Utama, SpA saat dihubungi detikHealth, Minggu (24/1/2010).

Dr Dewi menuturkan, manfaat bayi dibedong sebenarnya agar bayi menjadi lebih kalem dan nyaman. Karena beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu transisi atau adaptasi antara keadaannya di dalam rahim dengan lingkungan.
Saat di dalam rahim ibunya bayi tidak leluasa bergerak, sedangkan saat sudah lahir bayi menjadi kaget karena bisa bergerak lebih leluasa. Reaksi kaget ini disebut dengan refleks morro.

"Jika bayi dibedong saat masih dalam masa neonatal atau hingga usia 40 hari, maka bayi akan merasa seperti saat terpeluk di dalam rahim ibunya dimana bayi merasa aman dan nyaman," ujar Dr Dewi.

Tapi dia mengingatkan sebaiknya orangtua tidak asal membedong bayinya, karena jika bedongannya terlalu kuat atau tebal bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.
Jika udara disekitar panas dan orangtua membedong bayi secara ketat akan membuat bayi menjadi kepanasan (overheat). Hal ini bisa mempengaruhi sistem saluran pernapasan dari bayi tersebut.
Membedong juga tidak perlu keseluruhan tubuh bayi. Bedonglah bayi mulai dari bahu bayi hingga kakinya, dan juga bedongan bayi sebaiknya agak sedikit longgar agar bayi masih bisa sedikit bergerak.

"Sebaiknya setiap 2 jam orangtua mengecek kondisi bayinya dan jangan membedong bayi terlalu lama. Kalau bayi terlihat berkeringat maka ini menjadi tanda bahwa bayi merasa kepanasan, karenanya lebih baik melepas terlebih dahulu bedongannya," ujar dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng, Jakarta.
Jika setelah mandi bayi diberikan pakaian dari bahan katun dan dibedong dengan kain yang tidak panas, maka ini bisa membuat bayi merasa nyaman sehingga bayi akan tidur dengan lebih nyenyak dan tenang.

Kalau bayi memang senang dibedong, maka tak ada salahnya untuk selalu membedong bayi. Tapi sebaiknya jika bayi sudah mulai aktif bergerak orangtua tak perlu membedong seluruh tubuhnya biarkan tangan bayi keluar agar bisa bergerak-gerak. Namun jika bayi tidak merasa nyaman untuk membedong, orangtua jangan memaksanya.

"Perlu atau tidaknya bayi dibedong, tergantung dari karateristik si bayi. Jika bayi merasa lebih nyaman dan senang dengan dibedong, ya tidak apa-apa diteruskan. Tapi kalau bayi tidak merasa nyaman, orangtua tidak perlu memaksa," tambahnya.

Membedong boleh-boleh saja semasa transisi bayi agar dia tetap merasa nyaman seperti dikandungan. Bayi yang dibedong juga memudahkan ibu untuk menyusui.
Tapi membedong bukanlah untuk meluruskan kaki bayi. Jika bayi tidak kaget-kaget lagi ketika tidur itu tanda si bayi sudah mulai beradaptasi dan penggunaan bedong sebaiknya jangan terlalu sering agar otot motoriknya bisa bergerak maksimal. Sumber: detik.com

READ MORE - Apakah Perlu Bayi Dibedong?