DEMAM

Demam adalah peningkatan temperatur tubuh diatas normal. Temperatur normal tubuh tergantung pada tempat mengukur suhu tubuh tersebut.

Anak dikatakan demam bila :

  • Suhu rektal  (pengukuran melalui anus)  > 38°C
  • Suhu oral > 37,8°C
  • Suhu ketiak > 37,2°C
  • Suhu telinga > 38°C
  • Suhu dahi > 38°C

Suhu ketiak, telinga dan dahi lebih mudah diukur dibandingkan suhu rektal (anus) maupun oral, tetapi hasilnya tidak seakurat suhu rektal atau anus. Demam merupakan reaksi normal berbagai kondisi, yang paling umum disebabkan oleh infeksi.

Apa penyebab demam ?

Penyebab demam contohnya dapat dikarenakan :

Kapan perlu ke Dokter bila anak demam ?

  • Bayi berumur < 3 (tiga) bulan dengan demam (suhu rektal ? 38°C) perlu dibawa kedokter walaupun anak tidak tampak sakit.
  • Antara usia 3 (tiga) bulan – 36 (tiga puluh enam) bulan bila anak demam lebih dari 3 (tiga) hari atau lebih cepat sakit, rewel atau menolak minum.
  • Antara usia 3 (tiga) bulan – 36 (tiga puluh enam) bulan dengan suhu tubuh ? 38,9°C.

Setiap anak pada semua usia perlu dibawa ke dokter apabila :

  • Suhu oral, rektal, telinga, atau dahi ? 40°C
  • Suhu ketiak  ? 39,4°C
  • Kejang yang disebabkan demam
  • Demam yang terus menerus tinggi
  • Demam pada keadaan medis lainnya seperti penyakit jantung dan kanker
  • Demam dengan kemerahan kulit

Apa yang dapat orang tua lakukan supaya anak merasa lebih baik ?

  • Tawarkan anak untuk minum banyak
  • Anjurkan anak untuk beristirahat/tidur sebanyak mungkin, tetapi jangan paksa untuk tidur. Bila telah bebas demam 24 jam anak bisa kembali sekolah

Pengobatan demam

Demam perlu dicari penyebabnya. Bila diketahui penyebabnya, pengobatan ditujukan pada penyebab tersebut. Tidak semua demam perlu diturunkan dengan obat. Bayi berusia 3 (tiga) bulan dengan temperatur  ? 38,9°C yang tampak tidak sakit dan masih aktif, tidak membutuhkan terapi untuk menurunkan demam.  Terapi penurun demam lebih ditujukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman anak yang demam.

Pada anak yang akan diturunkan demamnya, obat yang dapat digunakan misalnya Asetaminofen.  Terapi ini dapat mengurangi ketidaknyamanan dan menurunkan temperatur sebesar 1 – 1,5°C. Jadi suhu tubuh belum tentu akan normal.

Obat aspirin tidak direkomendasikan untuk penurun demam pada anak berusia kurang dari 18 (delapan belas) tahun karena dapat menyebabkan penyakit serius walaupun jarang, yang disebut Sindrom Reye.

Asetaminofen / Parasetamol dapat diberikan setiap 4 – 6 jam, maksimal 5 kali sehari dalam 24 jam.  Dosis Asetaminofen ditentukan berdasarkan berat badan.  Dosis Asetaminifen yang akan diberikan adalah 10 mg/kg/hari.  Contoh pada anak dengan berat badan 10 kg dapat diberikan Asetaminofen 100 mg, 3 -5 kali sehari.

Selain obat, pemberian cairan (minum) perlu ditambah agar anak tidak dehidrasi.  Anjurkan anak untuk minum lebih banyak. Bila anak tidak mau makan masih tidak masalah, asalkan anak perlu mendapat cairan (minum) yang cukup.

Selain obat dan minum yang cukup, anak perlu dianjurkan untuk istirahat yang cukup.

Sumber : www.uptodate.com

READ MORE - DEMAM

Ini Alasannya Tak Boleh Memandikan Bayi Pakai Air Dingin !!!

Ini Alasannya Tak Boleh Memandikan Bayi Pakai Air Dingin !!!
Bayi yang baru lahir biasanya selalu dimandikan dengan menggunakan air hangat. Mengapa demikian?
"Bayi yang baru lahir apalagi prematur, tidak boleh dimandikan pakai air dingin.

Jika bayinya normal paling tidak hingga usia 2 bulan, tapi idealnya sampai usia 6 bulan," jelas Dr Attila Dewanti, Sp.A, spesialis anak dari RS Brawijaya, dalam acara Workshop Baby Spa di Graha Unilever, Jakarta, seperti ditulis Selasa (28/8/2012).
Menurut Dr Attila, bahaya memandikan bayi dengan air dingin adalah hipotermia yang menyebabkannya kedinginan.
Bila hal ini terjadi pada bayi prematur, maka bisa menyebabkan apno, yaitu kondisi yang membuat bayi lupa bernapas.
Pada bayi sebaiknya gunakan air hangat dengan suhu 28 hingga 30 derajat Celsius. Untuk mengukurnya, Anda bisa menggunakan pengukur suhu atau cukup dengan pergelangan tangan.
Air hangat dapat merangsang motorik bayi. Air hangat juga memberikan rasa nyaman dan berfungsi melancarkan sirkulasi darah yang berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
"Meskipun kulit bayi masih tipis, tapi bayi tetap harus mandi 2 kali sehari. Karena kulitnya tiap 28 hari pasti berganti. Dengan mandi sisa-sisa kulit yang mengelupas bisa dibersihkan dan mencegah kuman menempel, sehingga menghindari bayi dari penyakit," jelas Dr Attila.
Berikut ada beberapa tips memandikan si kecil:
Usia 0-3 bulan
1. Siapkan air hangat di dalam bak mandi.
2. Lalu awali dengan bagian atas, wilayah kepala dan biarkan bayi dibungkus dengan selembar kain flanel, selanjutnya cucilah rambut bayi.
3. Setelah bagian atas selesai, lanjutkan dengan bagian badan. Awali dengan membersihkan bagian alat kelamin, terakhir badan, tangan dan kaki.
4. Terakhir, bilas dengan menggunakan waslap yang dibasahi air hangat.
Usia 4-11 bulan
1. Awali dengan membersihkan tubuh bayi bagian depan dan belakang dengan menggunakan waslap yang sudah diberi sabun.
2. Setelah bersih, angkat dari bak mandi, keringkan dengan handuk.
sumber: detik

READ MORE - Ini Alasannya Tak Boleh Memandikan Bayi Pakai Air Dingin !!!

Tips Membangun Minat Baca Pada Anak

Perkembangan dan semakin mutakhirnya kecanggihan teknologi tentu tidak hanya berdampak bagi kalangan pengguna saja, namun hal tersebut juga akan berdampak pengaruhnya kepada anak. Lihat saja seperti kecanggihan adanya Televisi, Video Game, Internet, dan juga media sosial seperti facebook atau twitter.

Dampak pada anak, pada umumnya akan mempengaruhi kemampuan dan daya minat mereka dalam membaca. Sebab anak-anak hingga remaja secara tidak langsung sudah terpengaruh dan bahkan merasa malas untuk membaca, dan menghabiskan waktunya untuk bermain dengan teknologi yang mereka miliki.

Jika bagi para orang tua yang sudah terlanjur untuk memberikan fasilitas segalanya kepada anak, ataupun orang tua yang kurang memperhatikan kegiatan anak, sudah barang tentu akan sulit mengatasi dan mengarahkan anak untuk membiasakan membaca. Namun, di bawah ini masih ada strategi untuk membuat membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi anak, seperti dikutip dari Kompas Female, Selasa (23/10) sebagai berikut :

Jangan memberi label
Orangtua seringkali memberi label bahan bacaan “baik” dan “buruk”. Banyak hal yang orangtua sering anggap sampah (buku komik, novel roman remaja, dll) tapi sebenarnya memiliki nilai sastra. Jangan bunuh kegemaran membacanya. Cara paling ampuh membuat anak mau membaca adalah tidak memaksanya membaca buku yang tak disukainya.

Mulailah dengan minat mereka
Jika mereka menyukai video game, mulailah merangsang keinginan baca mereka dari serial komik berdasarkan permainan atau majalah games. Bahkan sebuah novel grafis, diformat seperti komik, memiliki teks yang dibaca seperti sebuah novel. Ini adalah penyelamat bagi siswa yang kesulitan menyimpan informasi dengan mudah melalui teks, mereka dapat meningkatkan keterampilan membaca dan meminimalkan frustrasi.

Ikuti petunjuk mereka
Bahkan anak yang paling tak suka membaca pun masih membaca. Perhatikan hal yang anak-anak Anda baca dengan teliti di waktu luang. Sebagai contoh, apakah Anda pernah melihat bahan bacaan di tangan mereka? Beberapa anak-anak tidak akan membaca buku, tetapi mereka membaca buku panduan video game, majalah game, komik online, atau buku manual dan instruksi permainan. Kebanyakan anak memiliki setidaknya satu keterampilan yang ingin mereka sempurnakan. Berikan buku yang berdasarkan pada minatnya, dia akan melahap informasinya.

Yakinkan anak Anda ia bisa membaca buku yang ia suka. Hal ini lebih ditekankan pada proses menumbuhkan minat membaca. Jika Anda memiliki anak keras kepala yang bersikeras tidak ingin membaca buku. Mintalah saran padanya memilihkan buku untuk saudara kandung, sepupu atau anak seorang teman. Minta ia memilihkan buku yang menurutnya “baik”. Nah, dari situ Anda bisa mendapat gambaran.

Tanamkan nilai membaca
Bila Anak Anda mengatakan sesuatu kata baru atau menceritakan sesuatu yang baru, tanyakan padanya darimana ia tahu? Komik, majalah anak atau buku tentang pesawat terbang yang baru-baru ini menarik minatnya. Tekankan bahwa mereka mendapatkan pengetahuan berdasarkan bahan bacaannya dan itu hal yang membanggakan.

Dikutip dari Kompas Female

READ MORE - Tips Membangun Minat Baca Pada Anak

Tips Meningkatkan / Merangsang Minat Baca Anak.

Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata.Menurut Juel (1988) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan. Berdasar pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.

Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak anak tetapi hal ini semua tidak dapat terlepas dari peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca anak. Pentingnya pedidikan keluarga merupakan konsekuwensi rasa tanggung jawab orang tua terhadap anaknya, didalam keluarga anak mulai mengenal hidupnya hal ini perlu disadari bahwa anak dilahirkan dalam lingkungan keluarga tumbuh dan berkembangnya hingga anak melepaskan diri dari keluarga oleh karena itu begitu besarnya pengaruh orang tua terhadap anaknya maka dalam hal ini merangsang minat baca anak – anak  sebagai upaya untuk  melatih  membaca  sejak dini.

Pada dasarnya setiap bayi yang dilahirkan didunui memiliki  potensi yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,dan setiap anak mampu memaksimalkan potensinya dengan cara yang sangat personal tetapi ini semua memerlukan perhatian agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secar baik. Penanaman membaca sejak dini sebagai wujud investasi  agar anak menjadikan anak  untuk lebih baik adalah idaman setiap orang tua , anak ibarat setangkai bunga  akan tumbuh secara sempurna  jika di tanam pada tempat yang tepat, terawat dengan baik  dan penuh kasih sayang  begitu pula anak akan dapat tumbuh  dan berkembang secara baik apabila diberi perhatian dari orang tua .

Apakah metode yang dipakai menggunakan kekerasan?

Cara orang tua dalam mendidik anaknya merupakan factor yang menentukan bagi keberhasilan  proses belajarnya sebab Dalam proses pengajaaran setidaknya, tidak menggunakan unsur pemaksaan dan kekerasan   hal ini  dapat mengakibatkan anak- anak akan enggan  untuk belajar dan akan benci terhadap bacaan. Dalam mengajarinya orang tua dapat menggunkan cara yang dinilai edukatif misalnya sambil bermain anak di ajari membaca ini akan lebih baik dan lebih menyenangkan.

Mendidik anak terlalu keras, memaksa anak untuk belajar dan tanpa memperhatikan faktor-faktor yang ada adalah cara mendidik anak yang salah  hal ini dapat menjadikan anak  malah ketakutan  disebabkan tekanan  tersebut. Orang tua harus mengetahui kapan anak  waktunya dididik dengan kekerasan  dan kapan waktunya dididik  dengan lamah lembut dan penuh kasih sayang.   Diera perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi  semakin maju  dan berkembang pesat sehingga adanya perkembangan  dan kemajuan  tersebut  menimbulkan   dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik segi positif maupun negatif. Misalnya kita akan mengajarai tentang huruf lepas contohnya huruf” B” huruf yang memiliki dua perut besar, berbeda lagi dengan huruf “D” yang memiliki satu perut ini hanya contoh tentunya orang tua untuk lebih kreatif dalam mengajarkannya membaca agar anak mudah memahaminya. Akan tetapi usaha yang dilakukan tidak barhenti sampai disini ada faktor lain yang cukup berperan Lalu adakah sumber  penunjang di  rumah?

Saat ini hampir setiap rumah  memiliki bacaan baik di peroleh melalui pinjam maupun milik sendirioleh karena itu  sejatinya untuk menumbuh kembangkan  minat membaca ini tidak dapat terlepas dari tersedianya bahan bacaan dirumah  seperti buku, Koran, majalah, komik. Minat membaca tidak  tumbuh secara otomatis  hal ini perlu dirangsang agar dapat tumbuh secara baik. Minat belajar anak  sangat penting dalam proses  pembelajaran  dari dalam minat memiliki pengaruah cukup besar dalam belajarnya. aktivitas membaca akan dilakukan oleh anak atau tidak sangat ditentukan oleh minat anak terhadap aktivitas tersebut. Di sini nampak bahwa minat merupakan  motivator yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas.

Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif anak terhadap aspek-aspek lingkungan. Ada juga yang mengartikan minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang Membaca akan dapat menarik apabila orang tua memahami minat anaknya apabila diliat dari tersedianya sumber bacaan di rumah, .merangsang minat baca  anak sebagai bentuk yang memiliki filter berfikir yang baik dengan demikian anak tidak mudah terbawa oleh arus  yang tidak jelas lalu yang menjadi pertanyaan adakah buku bacaan yang sesuia  kebutuan  anak-anak ? dengan tersedianya buku bacaan khusus yang sesuai dengan minat anak maka ini akan mempermudah anak  dalam belajarnya  dan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangannya.

Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak anak masih kecil sebab minat membaca pada anak tidak akan terbentuk dengan sendirinya, tetapi sangat dipengaruhi oleh stimulus yang diperoleh dari lingkungan tempatnya berinteraksi anak tersebut. Keluarga merupakan lingkungan paling awal dan dominan dalam menanamkan, menumbuhkan dan membina minat membaca anak. Orang tua perlu menanamkan kesadaran akan pentingnya membaca dalam kehidupan manusia untuk itu orang tua dapat menjadikan dirinya teladan bagi anaknya hal ini agar ada keterkaitan antara penanaman membaca  hal ini untuk menatap masa depan yang lebih baik. Source:www.riekha.co.cc

Dari : Anwar Sultoni

E-mail: anwar.sultoni@yahoo.com

Judul Asli : Perlunya Merangsang Minat Baca Anak

READ MORE - Tips Meningkatkan / Merangsang Minat Baca Anak.

Agar Anak Anda Gemar Membaca

Apa yang anda inginkan untuk anak anda pada saat ini? Apakah anda ingin anak anda hanya bisa membaca atau gemar membaca? Tentu anda akan dapat merasakan bedanya.

Membantu anak-anak belajar membaca tidaklah sulit, tetapi anda membutuhkan teknik yang benar untuk mempraktekkannya. Seperti kata pepatah lama yang menyebutkan ’mudah saja jika anda tahu caranya’. Jadi jika anda mengetahui cara dalam membantu anak-anak belajar membaca, maka hasilnya akan berbeda.

Jika anak-anak tidak menyukai sesuatu, anda tidak bisa memaksa mereka untuk melakukannya. Tetapi, jika anak-anak menyukai sesuatu, anda sebagai orang tua tidak bisa menghentikan mereka. Jika kita ingin anak-anak kita gemar membaca, kita sebagai orang tua harus mulai menanamkan kecintaan anak-anak terhadap buku. Tujuan utamanya bukanlah mengajarkan bagaimana cara menerjemahkan atau membunyikan atau mengenal kata, melainkan untuk menanamkan rasa cinta, semangat, dan gairah anak-anak terhadap buku sejak dini. Pada tahap awal membaca, sebaiknya kita tidak terlalu menuntut usaha yang lebih dari pihak anak, melainkan tahap awal itu harus sangat menyenangkan bagi anak, tidak boleh tidak. Jadi buatlah kegiatan belajar membaca menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

Orang tua zaman dulu membacakan buku untuk anak hanya sebagai kesenangan, mereka tidak menganggap buku sebagai media belajar membaca. Prinsip lawas yang mereka pegang adalah anak-anak belum siap belajar membaca sebelum mereka masuk ke jenjang sekolah. Zaman telah berubah, prinsip tersebut tidak bisa selamanya diterapkan. Pelajaran membaca tidak hanya bertujuan agar anak bisa membaca tapi agar anak juga gemar membaca. Orang tua merupakan komponen penting yang mengenalkan kemampuan membaca kepada anak. Membacakan untuk anak, sering mengajak mereka berbicara, dan mengajak anak melakukan berbagai kegiatan menarik adalah cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengasah kemampuan prabaca anak.

Seperti yang diungkapkan di atas bahwa pengajaran membaca sebaiknya dimulai sejak dini. Ada sebagian pakar yang percaya bahwa periode bayi merupakan periode ideal untuk mulai belajar membaca. Seorang bayi mendengar percakapan dan bahasa sejak dia dilahirkan. Kita pasti tersenyum ketika mendengar celotehan si bayi seperti ’Awwa, waa,” yang kita terjemahkan sebagai ”Ayah” dan ”Buh, buh,” adalah ”Ibu”. Padahal belum tentu itu yang dimaksud, tetapi kita tetap meyakininya seperti itu. Rabanan (babbling) tersebut selalu kita hargai dengan pelukan, tawa, dan pujian. Secara naluriah rabanan merupakan tahap awal dari berbicara. Jadi, sepenuhnya kita harus terus melibatkan anak-anak dalam percakapan. Percakapan tersebut bisa kita lakukan pada mereka saat berbicara di mobil ataupun saat kita sedang memandikan mereka. Kita bisa sambil menunjuk benda-benda dan memberikan penjelasan. Kita harus tahu bahwa setelah anak sering mendengar dan terlibat dalam percakapan, kemampuannya dalam menerapkan kaidah bahasa juga pasti meningkat. Betapa menakjubkannya cara anak-anak dalam menyerap setiap kaidah-kaidah tersebut. Kesalahan mereka justru merupakan indikasi kemampuan mereka dalam menyerap tata bahasa.

Selanjutnya, kita bisa mengajarkan membaca dengan membiasakan anak-anak melihat kata-kata tertulis. Dengan bahagia, kita akan mendengar celotehan-celotehan anak yang sedang membolak-balik halaman. Celotehan tersebut merupakan tahap awal membaca. Menurut Kathy Hirsh, PhD, direktur Infant Laboratory Temple University di Ambler, Pennsylvania, ”Jika orang tua rajin membacakan buku kepada anak dan kerap melibatkan anak dalam pembicaraan, hal itu bisa membangun perbendaharaan kata dan menumbuhkan kemampuan dasar membaca.”

Kebiasaan membacakan buku bagi anak-anak anda adalah salah satu hal yang paling berharga yang dapat kita lakukan untuk mereka. Karena memiliki manfaat yang sangat besar. Sebagian orang sudah membacakan buku pada bayi yang masih dalam kandungan. Mungkin anda menganggap ini berlebihan, tetapi pastikan untuk memulai sebelum anak bisa berbicara. Cobalah anda membeli buku kain yang dikemas bersama mainan lunak untuk bayi dari lahir hingga usia sembilan bulan. Atau masih banyak jenis-jenis buku lain yang juga berfungsi sebagai mainan. Tampaknya ini memang seperti hanya mainan, tapi benda-benda tersebut sangat berguna untuk membangkitkan kecintaan anak terhadap membaca.

Membacakan buku pada anak anda tidak hanya membangkitkan kecintaan mereka terhadap buku. Tetapi kegiatan ini juga membiasakan mereka dengan bahasa buku sehingga anak-anak siap untuk membaca sendiri. Keuntungan lain dari membacakan buku untuk anak-anak anda adalah peningkatan jumlah kosakata mereka. Sebaliknya, anak yang tak pernah dibacakan buku akan kehilangan kesempatan dalam menyerap bentuk bahasa tulisan, dan kurang mampu memperkirakan isi sebuah wacana. Anda bisa melibatkan kakek-nenek, pengasuh anak anda, dan teman-teman dalam membantu anda membacakan buku untuk anak-anak.

Dalam membacakan buku untuk anak, sebaiknya anda bisa melakukannya dengan ekspresif. Tirukan suara-suara, putar mata anda, berbisiklah dengan ketakutan, berteriak dan melompatlah seolah-olah anda adalah seekor naga, seorang putri ataupun raja. Cara ini membuat acara pembacaan buku menjadi menyenangkan.

Tak ada jawaban pasti kapan anda harus berhenti membacakan buku untuk anak-anak. Tetapi biasanya anak-anak akan memberitahu anda bila mereka merasa tidak memerlukannya lagi.

Jika kita ingin menciptakan generasi yang gemar membaca, kita sebagai orang tua sebaiknya bisa menjadi teladan. Kita harus bisa mempertunjukan bahwa membaca merupakan kegiatan yang dilakukan untuk keuntungan diri sendiri, bukan orang lain.  Jadi, tak ada gunanya bila kita mencoba menularkan ”virus” membaca kepada anak-anak, jika kita sendiri tidak memiliki minat untuk membaca.

by episentrum

READ MORE - Agar Anak Anda Gemar Membaca

ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )

Cream Annisa  Ok

Harga RP.180.000,- (Belum Ongkos Kirim)

DAPATKAN kulit muka yang bersih, segar berseri dan tampak lebih muda secara alami dengan kosmetik yang terbuat dari bahan alami.

Bahan alami yaitu (SUSU KAMBING & MINYAK ZAITUN).


MINYAK ZAITUN memberi manfaat tersendiri jika diaplikasikan di wajah, khususnya untuk wajah kering dan mulai berkeriput. Hal tersebut tak lain karena buah zaitun yang mengandung minyak sebesar 15 persen sehingga mampu melembabkan kulit dengan baik. Di sisi lain,
kelembaban tersebut akan menjaga elastisitas kulit sehingga meminimalkan munculnya keriput dini (penuaan dini).

Sedangkan SUSU KAMBING bagi kecantikan, mengandung asam caprilik bermanfaat untuk menanggalkan/mengangkat sel kulit yang sudah mati, menghilangkan flek-flek hitam dan mencegah keriput dini. Dengan diameter hanya 2mikron lebih halus dari susu sapi, mampu tinggal lebih lama pada permukaan kulit sehingga menjadikan kulit lebih halus dan lebih putih.

Sedang sabun muka Anisa mengandung chamomile, yang dapat meredakan peradangan akibat jerawat jg membantu mengangkat kotoran dan minyak berlebih di wajah. Serta dpt membantu proses pengangkatan sel kulit mati.

ANISA SKIN CARE diracik secara sempurna hingga menghasilkan cream pembersih muka yang aman & alami bagi wajah anda.
ANISA SKIN CARE dapat memberikan solusi bagi anda yang menginginkan wajah yang bersih, berseri dan tampil cantik alami, memberi solusi bagi anda yang sudah sering gonta-ganti kosmetik akan tetapi tidak memberikan hasil yang memuaskan. Kini saatnya beralih pada produk kosmetik inovasi kami ini. InsyaAlloh anda akan mendapatkan hasil yang nyata. sudah banyak pelanggan kami yang merasakan manfaatnya dan kini giliran anda.

Kenapa harus Anisa Skin Care :
• Dijamin halal (bahan alami)
• Aman (bebas merkuri n hidroquinon)
• Sudah di uji di lab IPB Bogor
• Pemakaian dalam jangka panjang tidak menyebabkan penipisan pada kulit wajah
• COCOK UNTUK SEMUA JENIS KULIT
• Dapat menghilangkan flek hitam, bekas jerawat, komedo
• Dapat mengatasi berbagai masalah wajah lainnya seperti jerawat, kulit kering/berminyak, warna tidak merata, penuaan dini, pori besar dll.

Hanya dalam 2 minggu, menjadikan kulit wajah anda lebih halus, lembut, bersih, cerah dan putih alami.
Menjadikan wajah lebih segar berseri dan tampak lebih muda.
Membuat istri makin disayang suami.

 

Pemesanan hubungi Telp/SMS

Yeyen Febrina  S.Sn     081371906670

Ronaldo Rozalino S.Sn  085363554777

Harga : Rp. 180.000 (Belum Masuk Ongkos Kirim)

 

Cara Pemesanan

Tarnsfer Melalui BANK

BRI No Rek      0059195343              An.Ronaldo Rozalino

BRI

BNI No Rek     3366-01-008654-53-9    An.Ronaldo Rozalino

BNI

Mandiri No Rek  108-00-1128724-1     An.Ronaldo Rozalino

MANDIRI

Konfirmasi Pembayaran Melalui SMS No. HP.085363554777 (Ronaldo Rozalino S.Sn)

Nama Pembeli#Nama Produk#Jumlah Kiriman(Nilai Unik)#BANK Trangsanksi

Contoh:

Yeyen Febrina S.Sn#ANISA SKIN CARE#RP.180.077#BRI  

Kirim SMS Ke No. HP.085363554777

 

Source:jembatanmerah83.blogspot.com

READ MORE - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )

Karakteristik Perkembangan Anak usia TK dan Kelas Awal SD

Anak usia dini mengalami tahap perkembangan perubahan yang kontinu dan sistematis. Perkembangan berkaitan dengan kematangan secara biologis dan proses belajar. Demikian pula dalam perkembangan anak, secara biologis Ia harus berada dalam kondisi sesuai umurnya. Terdapat pola kesamaan perkembangan dalam diri seseorang dengan anak lainnya pada tahap usia tertentu.

1. Karakteristik Anak usia Taman Kanak-kanak
Anak usia Taman Kanak-kanak ini sangat besar energinya sehingga pembelajaran yang sangat tepat sehingga berkembang kemampuan motorik kasar maupun halus. Kegiatan fisik adalah merupakan salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan motorik kasar, seperti belari, melompat,bergantungan, melempar bola atau menendangnya.
Maupun serta menjaga keseimbangan motorik halus seperti menggunakan jari-jari untuk menyusun puzzle, memilih balok, dan menyusunnya menjadi bangunan tertentu. Kegiatan fisik dan pelepasan energi dalam jumlah besar merupakan karakteristik aktivitas anak pada masa ini. Hal itu disebabkan oleh energi yang dimiliki anak dalam jumlah yang besar tersebut memerlukan penyaluran melalui berbagai aktivitas fisik, baik kegiatan fisik yang berkaitan dengan motorik kasar maupun gerakan motorik halus.

 

2. Karakteristik Anak yang berada di kelas awal SD
Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa perkembangan anak yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupannya. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal.

3. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD
Perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting.
Selain itu, perkembangan anak dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi, dan mandiri.

4. Karakteristik Perkembangan anak usia 6-8 tahun
Perkembangan anak usia 6-8 tahun dari sisi emosi antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang konsep nilai misalnya benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. Source:kaskus.us

READ MORE - Karakteristik Perkembangan Anak usia TK dan Kelas Awal SD

Tips Agar Anak Berprestasi di Sekolah

Sekolah menjadi tempat belajar bagi anak. Sekolah memberikan serangkaian materi untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya. Di sekolah juga terjadi proses pendewasaan untuk anak. Namun sekolah bukan satu-satunya tempat untuk mendidik anak, masih ada keluarga dan lingkungan masyarakat. Kunci keberhasilan anak di sekolah tidak hanya karena guru saja, tetapi ada orang tua yang turut ikut serta.
Pendidikan yang baik adalah melibatkan orang dewasa yaitu orang tua. Jika orang tua terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah maka prestasi anak akan meningkat. Dibalik anak yang selalu berprestasi dan menamatkan pendidikannya dengan baik ada orang tua yang selalu mendukung.

Berikut beberapa yang harus dilakukan orang tua agar anak bisa berprestasi di sekolah:

1. Perhatian orang tua.
Orang tua sebaiknya memberikan perhatian pada anaknya, memberikan pengalaman dan pemahaman tentang nilai dan tujuan pendidikan. Ada usaha dari orang tua mengetahui perkembangan anak di sekolah, misalnya dengan berkunjung ke sekolah atau mengetahui lingkungan sekolah. Orang tua memberikan sarana dan mendukung minat anak, sehingga akan berkembang kemampuan anak selain itu juga akan berpengaruh pada aktivitas anak di sekolah.

2. Kerja sama dengan guru.
Sebaiknya orang tua mengenal dan menjalin hubungan yang baik dengan guru. Orang tua menunjukkan sikap bahwa pendidikan itu penting untuk anak untuk kehidupannya. Hadiri setiap undangan ke sekolah, karena saat itu orang tua bisa berkomunikasi dengan guru. Menanyakan perkembangan anaknya dan mengetahui prestasi belajar anak. Jangan menunggu setelah terjadi masalah pada anak baru menghubungi guru. Informasikan juga mengenai anak Anda jika berada di rumah kepada gurunya.

3. Menyediakan waktu untuk anak
Akan lebih baik jika setiap pulang sekolah anak bisa langsung bertemu dengan orang tuanya. Pada saat pulang ke rumah biasanya anak membawa beban pikiran baik itu karena pelajaran atau hubungan dengan teman. Anak suka bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah, mengeluarkan beban dan keluhan kepada orang tua. Misalnya jika anak menceritakan kenakalan teman orang tua bisa langsung memberikan pengertian dan bimbingan.

4. Awasi kegiatan belajar anak di rumah.
Orang tua bisa mengingatkan anak untuk belajar, membuat jadwal kegiatan, menanyakan apakah ada PR dan sudah mengerjakannya. Orang tua bisa mengendalikan kegitan anak yang kurang bermanfaat, misalnya membatasi menonton tv atau bermain game. Periksalah buku-buku anak Anda.

5. Ajarkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Berlakukan disiplin dan tegas tapi dengan penuh kasih sayang. Jika orang tua selalu menuruti keinginan anak akan membuat mereka manja dan tidak bertanggung jawab. Biasanya di sekolah anak diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Ajarkan anak untuk mengejarkan tugasnya sendiri. Selain itu berikan pekerjaan rumah secara rutin, misalnya menyapu halaman dan sebagainya. Disiplin dan tanggung jawab akan menjadi kunci sukses anak di masa depan.

6. Jaga Kesehatan anak.
Berikan gizi yang seimbang bagi anak. Dengan keadaan anak yang sehat akan membuatnya mudah dalam menerima pelajaran. Ajak untuk berolah raga secara teratur bersama keluarga. Atur istirahat anak secara teratur. Hindari makanan cepat saji, selain tidak baik untuk kesehatan anak juga berpengaruh pada konsentrasi atau kecerdasan anak.

Kesimpulannya: Jadilah teman yang baik bagi anak, berikan banyak waktu yang banyak untuk anak. Keberhasilan dalam mendidik anak banyak dipengaruhi oleh peran orang tua. Menjalin komunikasi yang baik dengan anak dan guru di sekolah.Source:Kaskus.com

READ MORE - Tips Agar Anak Berprestasi di Sekolah